Naskah Jiwaku
Download disini
Naskah Titik_titik _hitam
Download disini..
Syetan menggugat..
Download disini..
PAHIT,
Download disini..
ROMANSA
Download disini
Manusia Budak syetan..
download disini
Rabu, 18 Februari 2009
Selasa, 13 Januari 2009
Membaca Karakter Seseorang Dari Bentuk Wajah

Banyak usaha yang dilakukan orang untuk memahami karakter calon kekasihnya, calon mitra bisnisnya, atau calon karyawannya. Salah satu upaya itu adalah melalui pembacaan karakter wajah. Melihat wajah merupakan cara yang paling aman dan cepat, karena wajah merupakan anggota tubuh yang biasanya pertama kali dipandang.
Lagi pula untuk melihat wajah seseorang, kita tidak perlu meminta izin dari yang bersangkutan. Berbeda misalnya jika kita ingin mengorek sifat dan karakter seseorang lewat garis tangan (palmistri) atau tulisan tangan (grafologi), kita harus berhubungan langsung dengan yang bersangkutan.
Karena berfungsi untuk mengamati "bagian luar dan dalam" seseorang, maka melihat wajah sering kali dianggap sebagai ramalan. Ramalan melalui wajah sebenarnya telah dilakukan orang sejak ribuan tahun lampau. Ada dugaan, ramalan wajah mula pertama muncul di Tiongkok dan India, kemudian dikembangkan dan dipopulerkan di dunia Barat.
Filsafat Praktis
Di dunia Barat, karakter wajah dipelajari lewat ilmu fisiognomi. Ilmu ini dianggap warisan kuno yang luar biasa ampuhnya. Banyak pakar Yunani purba mempelajari fisiognomi untuk menafsirkan berbagai sifat dan karakter melalui berbagai bentuk wajah, warna rambut, anggota badan, dan suara. Karya Aristoteles dan Hippocrates dianggap sebagai bagian dari filsafat praktis paling kuno yang secara sistematis membicarakan fisiognomi itu.
Pada masa klasik, studi fisiognomi lebih bersifat deskriptif. Perkembangan di abad pertengahan kemudian menunjukkan bahwa fisiognomi lebih mengembangkan sisi prediksi dan astrologi, bahkan sering kali masuk ke dalam sisi magis dan mitos. Saat itu, penulis-penulis bangsa Arab banyak memberikan kontribusi pada literatur fisiognomi Barat.
Pada abad ke-18 dan ke-19, fisiognomi digunakan oleh beberapa praktisi sebagai metode untuk mendeteksi kecenderungan kejahatan. Kemudian berkembang frenologi (phrenology), yaitu ilmu yang mempelajari bentuk kepala sebagai indikasi dari mental dan sifat seseorang. Franz-Joseph Gall berdasarkan analisanya secara empiris murni menyimpulkan adanya bentuk-bentuk batok kepala yang dikategorikan sebagai batok kepala "penjahat".
Demikian pula dengan Lambroso. Dia menduga ada hubungan yang erat antara sifat psikopat penjahat dengan ukuran batok kepala. Tahun 1920-an, Edward Vincent Jones, seorang jaksa, bahkan mempelajari fisiognomi untuk mencari indikator karakter penjahat lewat bentuk wajah.
Pada 1960-an, psikolog AS, Paul Ekman, menemukan bahwa wajah adalah instrumen yang sangat efisien untuk komunikasi. Dia pun beranggapan bahwa semestinya ada rumus-rumus yang mengatur cara menafsirkan wajah. "Ada pelajaran-pelajaran fundamental yang bisa dipelajari melalui wajah seseorang," katanya (Seni Membaca Wajah, Roos Woodrow dkk, 2006).
Di zaman kerajaan Romawi, membaca wajah merupakan profesi terhormat.
Namun, di Inggris masa Ratu Elizabeth I, ilmu fisiognomi begitu dimusuhi, sampai-sampai Sang Ratu memberi titah, "Siapa saja yang menguasai ilmu fisiognomi atau 'imajinasi fantastik', harus ditelanjangi separuh dada dan dicambuk sampai tubuhnya babak belur," (Membaca Karakter Lewat Wajah, Lailan Young, 1997).
Senyum yang Sopan
Umumnya literatur-literatur fisiognomi yang beredar, didasarkan pada metode analisa karakter Barat yang mempertimbangkan masalah ciri-ciri fisik dan tingkah laku. Di India, pengetahuan fisiognomi seluruhnya bersumber pada kitab-kitab kuno, seperti Purana dan Samudrik Shastra.
Banyak ciri fisik wajah seseorang, termasuk bagian tubuh lain, digambarkan lewat syair-syair klasik masa Hindu, seperti dalam kitab kuno Ramayana. Sinta, misalnya, dikatakan wanita yang sempurna karena memiliki rambut yang bagus, lembut, hitam, dan seragam. Ini didukung alis mata yang tidak bertemu, gigi yang berjarak rata, serta tulang pelipis dan mata yang simetris dan berbentuk bagus. Ditambah kulit yang bercahaya dan senyum yang sopan, jadilah apa yang dimiliki Sinta itu menjadi pedoman fisiognomi India sampai sekarang.
Sedangkan suami Sinta, Rama, digambarkan memiliki wajah yang menyenangkan, leher berbentuk seperti siput, tulang lehernya sangat terbenam dalam daging dan tidak terlihat. Sementara sudut matanya mempunyai corak kemerah-merahan, suaranya dalam dan berbunyi seperti genderang. Dikatakan pula, roman muka Rama gagah berani, kulitnya halus, serta bagian da- ri tubuhnya simetris dan mempunyai tanda-tanda yang ba- ik (Menguak Rahasia Tubuh, Ashok Girish Mukherjee, 2006).
Meskipun setiap ciri-ciri fisiognomi yang beragam itu penting, tapi wajah dipandang yang paling utama dari semuanya. Wajah merupakan bagian dari anggota tubuh yang paling mudah diamati karena terlihat langsung dari luar.
Membaca Wajah
Di Tiongkok, seni membaca wajah sudah dikenal sejak zaman Confucius atau Konghucu. Namun, saat itu membaca wajah bukan untuk kepentingan ramalan, tetapi digunakan oleh para tabib sebagai alat bantu mendiagnosis suatu penyakit.
Praktik pembacaan wajah muncul pertama kali pada abad ke-6 SM. Dibandingkan metode Barat dan India, seni pembacaan wajah cara Tiongkok sangat rumit. Seorang pembaca wajah terlebih dulu harus mengklasifikasikan bentuk-bentuk wajah secara individual dengan menilai warna, ukuran, serta kecacatan tertentu pada areal wajah. Pada dasarnya, wajah dibagi menjadi 130 area. Setiap area merupakan situasi umur dan kehidupan tertentu. Dengan mengamati lima elemen siklus produktif dan destruktif (kayu, api, tanah, logam, air) dan teori yin-yang, maka seorang pembaca wajah yang terampil mampu memprediksi kejadian tertentu, mendiagnosa penyakit, atau memahami kepribadian seseorang.
Selain itu, wajah mencakup Dua Belas Istana, yakni daerah-daerah berbeda di seluruh wajah; Tiga Belas Posisi memanjang dalam satu garis dari dahi ke dagu; Dua Belas Cabang Bumi yang membentuk sebuah lingkaran di sekeliling wajah; dan Tiga Daerah Wajah berikut Lima Gunung dan Empat Sungai (Seni Membaca Wajah dan Garis Tangan, Man-Ho Kwok, 2002).
Dalam ajaran Feng Shu Tubuh, wajah dibagi menjadi tiga bagian, yakni bagian pertama (dahi ke alis), mewakili langit; bagian kedua (alis ke ujung hidung) mewakili manusia (orang itu sendiri), dan bagian ketiga (ujung hidung ke dagu) mewakili bumi. Keadaan yang ideal adalah langit, manusia, dan bumi berada dalam keselarasan sempurna (Body Feng Shui, Chao-Hsiu Chen, 2003).
Pada dasarnya, pakar yang telah berpengalaman mampu menganalisa wajah seseorang dengan cepat dan akurat. Lewat wajah, kita dapat mengetahui kesombongan, keramahan, nasib, hasrat seksual, kejujuran, ambisi, kreativitas, kesehatan, ketekunan, kekejaman, dan lain-lain watak dari seorang manusia. Nah, jangan heran kalau ada orang yang menatap wajah Anda berlama-lama dengan serius. Mungkin dia sedang menganalisa sifat dan karakter Anda.
Bentuk wajah ternyata juga dapat mengungkap banyak tentang kepribadian anda. Menurut ahli baca wajah, bentuk dan posisi mata, hidung, dagu, telinga serta segala sesuatu yang lain berbicara banyak tentang kepribadian anda. Setiap informasi dari wajah anda mempunyai arti.
Cobalah amati wajah sehingga anda akan menemukan interpretasinya dan anda akan mengetahui arti wajah secara detail. Termasuk bentuk dan tinggi alis, sudut dan kehalusan telinga, panjang mulut, lebar dari ibir serta hal lainnya untuk menentukan cara berpikir dan kepribadian seseorang.
Fisik wajah anda mencerminkan siapa diri anda sebenarnya yang ada di dalam. Itu sebabnya membaca wajah merupakan alat yang sangat efektif dan akurat dalam mengamati orang. Saat anda tumbuh maka akan terjadi perubahan dalam diri anda, wajah anda berubah pada bagian luar. Itu berarti wajah anda punya banyak makna daripada yang anda duga.
Bentuk wajah bukan hanya dapat mengungkap kepribadian dan masa depan anda tapi juga apakah anda serasi dengan pasangan anda.
Berikut karakter dan sifat yang dapat diungkap dari wajah anda;
1. ALIS
- Dapat menunjukkan pola pikir anda.
- Bila anda memiliki alis dengan pangkal tebal lalu menepis di ujung menunjukkan anda sangat berbakat dalam memulai proyek-proyek baru.
- Alis yang dimulai dengan pangkal tipis dan berakhir dengan ujung lebih tebal menunjukkan orang yang berbakat mengikuti detail.
- Jika alis anda tebal berarti menunjukkan kekuatan intelektual
- Bila anda memiliki alis tipis tipis menunjukkan intensitas mental.
- Bentuk alis yang lurus menunjukkan bahwa anda adalah orang yang baik, estetis tapi jika jaraknya terlalu dekat ke mata.
- Bila alis anda terlalu tebal berarti anda adalah orang yang mudah marah dan tidak sabar.
- Alis yang agak menunjuk ke telinga memberi arti bahwa anda adalah orang yang senang sikap ramah.
2. TELINGA
- Menunjukkan bagaimana anda merancang realita dan bagaimana anda bereaksi secara tidak sadar terhadap hal-hal di sekitar anda.
- Bila telinga anda panjang maka menunjukkan bahwa anda memiliki kemampuan mendengarkan yang luar biasa.
- Jika telinga anda ukurannya sedang maka menunjukkan keluwesan dalam mendengarkan.
- Tetapi jika telinga anda pendek maka menunjukkan kecenderungan bukan hanya mengumpulkan informasi tapi juga memperhatikannya secara serius.
- Bentuk telinga anda yang menyudut ke dalam biasanya berarti anda mudah menyesuaikan diri.
- Sedangkan telinga yang menyudut ke luar menunjukkan bahwa anda ragu mengikuti aturan masyarakat.
- Untuk telinga anda yang letaknya lebih tinggi dibandingkan alis maka menunjukkan bahwa anda orang yang ingin berprestasi tinggi.
3. HIDUNG
- Menunjukkan bagaimana anda mengelola uang dan apa yang membuat anda beda sebagai pekerja.
- Hidung pendek menunjukkan bakat kerja keras.
- Hidung panjang menunjukkan ketrampilan perencanaan dan strategi yang istimewa.
- Hidung lurus menunjukkan sistematis.
- Hidung melengkung mengungkapkan kreativitas.
- Hidung berjendul menunjukkan pekerjaan anda maju mundur.
- Hidung besar menunjukkan kemampuan mencari uang.
- Jika lubang hidung lebih tertutup daripada terbuka, orang ini berkemungkinan lebih besar mempertahankan kekayaannya.
4. MULUT
- Untuk ekspresi diri .
- Bentuk bibir penuh, pintar membuat percakapan jadi terbuka lebar dan bisa mengungkapkan sesuatu yang memalukan.
- Bibir yang tipis menunjukkan bahwa anda lebih pintar dalam menyimpan rahasia pribadi.
- Bibir yang pendek dapat menunjukkan bahwa anda lebih menyukai percakapan satu arah.
- Anda memiliki bibir yang panjang maka menunjukkan bahwa kemampuan bicara dengan banyak orang.
- Bila anda memiliki bibir penuh dan cuping telinga besar dapat menunjukkan bahwa anda adalah orang yang sangat sensual.
- Bibir atas yang tipis menunjukkan orang yang kurang afeksi sedangkan bibir bawah lebih penuh menunjukkan menerima tantangan.
5. DAGU DAN RAHANG
-Secara bersama-sama atau terpisah bisa mengungkapkan etika, kemampuan membuat keputusan serta cara mengatasi konflik. Rahang yang lebar dapat menunjukkan bahwa anda cenderung lebih fisik daripada mental. Begitu juga sebaliknya jika rahang anda sempit. Sedangkan dahi tinggi menunjukkan pemikir sedangkan dahi bulat menunjukkan idealistis.
Hati-hati, ada baiknya anda berhati-hati dengan orang yang memiliki bibir atas yang menonjol keluar ke atas bibir bawah terutama jika bibir atasnya tipis. Karena orang seperti ini kemungkinan mempunyai sifat mencari mangsa.
Anda juga harus waspada dengan orang yang memiliki wajah berhidup luar biasa lancip dan menurun, bibir hampir tidak terlihat, mata kecil dan tulang pipi tinggi dengan sedikit daging. Karena orang yang memiliki bentuk wajah ini memiliki sifat yang kejam.
lembayung/pok
Jumat, 09 Januari 2009
Partikel tanya dalam bahasa Jepang
Pertanyaan dalam bentuk sopan
Partikel tanya dibahas di sini karena penggunaan utamanya adalah untuk menandakan pertanyaan pada kalimat sopan. Walaupun sebetulnya bisa saja kita bertanya dalam bentuk sopan dengan hanya menggunakan intonasi, pada umumnya partikel tanya ditambahkan pada akhir kalimat untuk menandakannya. Partikel tanya tersebut adalah aksara hiragana 「か」 dan pada bahasa tertulis kamu tidak perlu tanda tanya. Dengan alasan yang telah dibahas sebelumnya, jangan menggunakan deklaratif 「だ」 dengan partikel tanya ini.
Contoh 1
田中さん: お母さんはどこですか。- Ibu(mu) di mana?
鈴木さん: 母は買い物に行きました。- Ibu (saya) pergi belanja.
Contoh 2
キムさん: イタリア料理を食べに行きませんか。 - Pergi makan masakan Italia?
鈴木さん: すみません。ちょっと、お腹がいっぱいです。- Maaf. Perut (saya) agak penuh.
Di sini pertanyaannya sebetulnya adalah ajakan, secara tata bahasa mirip dengan ajakan pada bahasa Indonesia seperti "Tidakkah kamu akan menemaniku?". 「すみません」 adalah cara yang sopan untuk meminta maaf. Yang sedikit lebih tidak formal adalah 「ごめんなさい」 dan versi santainya hanyalah 「ごめん」.
Partikel tanya pada kalimat santai
Sangatlah masuk akal untuk beranggapan bahwa partikel tanya bekerja dengan cara yang persis sama pada pembicaraan santai. Sayangnya, kenyataannya tidak seperti itu. Partikel tanya 「か」 umumnya tidak digunakan di pembicaraan santai untuk membuat pertanyaan sebenarnya. Dia sering dipakai untuk berpikir apakah sesuatu itu benar atau tidak. Tergantung konteks dan intonasinya, dia juga bisa dipakai untuk membuat pertanyaan retoris atau menyatakan sarkasme. Hasilnya bisa terdengar cukup kasar jadi kamu perlu hati-hati untuk menggunakan 「か」 pada bentuk santai.
Contoh
(1) こんなのを本当に食べるか?
- Emang kamu pikir (dia) beneran bakal makan kaya ginian?!
(2) そんなのは、あるかよ!
- Emang aku keliatan kaya orang yang punya kaya gituan?!
Sebagai ganti 「か」, pertanyaan umum di gaya bahasa santai menggunakan partikel penjelasan の atau tidak menggunakan apapun kecuali intonasi yang naik, sebagaimana telah kita pelajari di bagian-bagian sebelumnya.
(1) こんなのを本当に食べる?
- Kamu beneran mau makan kaya ginian?
(2) そんなのは、あるの?
- Kamu punya yang kaya itu nggak?
「か」 pada klausa subordinat
Penggunaan lain partikel tanya berikutnya adalah tata bahasa yang dipakai di gaya bicara manapun, sopan maupun santai. Partikel tanya yang ditambahkan di akhir klausa subordinat membuatnya menjadi pertanyaan mini di dalam kalimat yang lebih besar. Ini memungkinkan pembicara berbicara tentang suatu pertanyaan. Contohnya, kamu bisa berbicara tentang pertanyaan "Apa yang aku makan hari ini?" Pada contoh berikut pertanyaan yang dibicarakan ditandai dengan merah.
(1) 昨日何を食べたか忘れた。- Lupa apa yang kumakan kemarin.
(2) 彼は何を言ったかわからない。- Nggak ngerti apa yang dia omongin.
(3) 先生が学校に行ったか教えない? - Tidakkah kamu akan memberi tahuku apa guru pergi ke sekolah?
Pada kalimat seperti (3) pertanyaannya memiliki jawaban ya/tidak, dan pada kasus tersebut cukup umum (tapi tidak wajib) untuk menambahkan 「どうか」. Ini sama dengan mengatakan "apakah ... atau tidak" di bahasa Indonesia. Kamu juga bisa menambahkan pilihan lainnya juga untuk mengatakan hal yang sama.
(1) 先生が学校に行ったかどうか知らない。- Tidak tahu apakah guru pergi ke sekolah atau tidak..
(2) 先生が学校に行ったか行かなかったか知らない。- Tidak tahu apakah guru pergi ke sekolah atau tidak pergi.
Menggunakan kata tanya
Karena kita kebetulan sedang membahas tentang pertanyaan, ini saat yang bagus untuk melihat beberapa kata tanya (di mana, siapa, apa, dll.) dan apa artinya pada berbagai konteks. Lihatlah apa efek menambahkan partikel tanya ke kata dasarnya.
Kata Tanya
Kata+Partikel tanya
Arti
誰か
seseorang
何か
sesuatu
いつか
suatu waktu
どこか
suatu tempat
どれか
salah satu dari pilihan yang ada
Seperti yang bisa kamu lihat dari contoh-contoh berikut, kamu bisa memperlakukannya bagai nomina biasa.
(1) 誰かがおいしいクッキーを全部食べた。- Seseorang makan semua kue enaknya.
(2) 誰が盗んだのか、誰か知りませんか。- Apa ada seseorang yang tahu siapa yang mencurinya?
(3) 犯人をどこかで見ましたか。- Apakah kamu melihat penjahatnya di suatu tempat?
(4) この中からどれかを選ぶの。- (Menjelaskan) Pilih salah satu di antara [beberapa pilihan berikut].
Partikel tanya dibahas di sini karena penggunaan utamanya adalah untuk menandakan pertanyaan pada kalimat sopan. Walaupun sebetulnya bisa saja kita bertanya dalam bentuk sopan dengan hanya menggunakan intonasi, pada umumnya partikel tanya ditambahkan pada akhir kalimat untuk menandakannya. Partikel tanya tersebut adalah aksara hiragana 「か」 dan pada bahasa tertulis kamu tidak perlu tanda tanya. Dengan alasan yang telah dibahas sebelumnya, jangan menggunakan deklaratif 「だ」 dengan partikel tanya ini.
Contoh 1
田中さん: お母さんはどこですか。- Ibu(mu) di mana?
鈴木さん: 母は買い物に行きました。- Ibu (saya) pergi belanja.
Contoh 2
キムさん: イタリア料理を食べに行きませんか。 - Pergi makan masakan Italia?
鈴木さん: すみません。ちょっと、お腹がいっぱいです。- Maaf. Perut (saya) agak penuh.
Di sini pertanyaannya sebetulnya adalah ajakan, secara tata bahasa mirip dengan ajakan pada bahasa Indonesia seperti "Tidakkah kamu akan menemaniku?". 「すみません」 adalah cara yang sopan untuk meminta maaf. Yang sedikit lebih tidak formal adalah 「ごめんなさい」 dan versi santainya hanyalah 「ごめん」.
Partikel tanya pada kalimat santai
Sangatlah masuk akal untuk beranggapan bahwa partikel tanya bekerja dengan cara yang persis sama pada pembicaraan santai. Sayangnya, kenyataannya tidak seperti itu. Partikel tanya 「か」 umumnya tidak digunakan di pembicaraan santai untuk membuat pertanyaan sebenarnya. Dia sering dipakai untuk berpikir apakah sesuatu itu benar atau tidak. Tergantung konteks dan intonasinya, dia juga bisa dipakai untuk membuat pertanyaan retoris atau menyatakan sarkasme. Hasilnya bisa terdengar cukup kasar jadi kamu perlu hati-hati untuk menggunakan 「か」 pada bentuk santai.
Contoh
(1) こんなのを本当に食べるか?
- Emang kamu pikir (dia) beneran bakal makan kaya ginian?!
(2) そんなのは、あるかよ!
- Emang aku keliatan kaya orang yang punya kaya gituan?!
Sebagai ganti 「か」, pertanyaan umum di gaya bahasa santai menggunakan partikel penjelasan の atau tidak menggunakan apapun kecuali intonasi yang naik, sebagaimana telah kita pelajari di bagian-bagian sebelumnya.
(1) こんなのを本当に食べる?
- Kamu beneran mau makan kaya ginian?
(2) そんなのは、あるの?
- Kamu punya yang kaya itu nggak?
「か」 pada klausa subordinat
Penggunaan lain partikel tanya berikutnya adalah tata bahasa yang dipakai di gaya bicara manapun, sopan maupun santai. Partikel tanya yang ditambahkan di akhir klausa subordinat membuatnya menjadi pertanyaan mini di dalam kalimat yang lebih besar. Ini memungkinkan pembicara berbicara tentang suatu pertanyaan. Contohnya, kamu bisa berbicara tentang pertanyaan "Apa yang aku makan hari ini?" Pada contoh berikut pertanyaan yang dibicarakan ditandai dengan merah.
(1) 昨日何を食べたか忘れた。- Lupa apa yang kumakan kemarin.
(2) 彼は何を言ったかわからない。- Nggak ngerti apa yang dia omongin.
(3) 先生が学校に行ったか教えない? - Tidakkah kamu akan memberi tahuku apa guru pergi ke sekolah?
Pada kalimat seperti (3) pertanyaannya memiliki jawaban ya/tidak, dan pada kasus tersebut cukup umum (tapi tidak wajib) untuk menambahkan 「どうか」. Ini sama dengan mengatakan "apakah ... atau tidak" di bahasa Indonesia. Kamu juga bisa menambahkan pilihan lainnya juga untuk mengatakan hal yang sama.
(1) 先生が学校に行ったかどうか知らない。- Tidak tahu apakah guru pergi ke sekolah atau tidak..
(2) 先生が学校に行ったか行かなかったか知らない。- Tidak tahu apakah guru pergi ke sekolah atau tidak pergi.
Menggunakan kata tanya
Karena kita kebetulan sedang membahas tentang pertanyaan, ini saat yang bagus untuk melihat beberapa kata tanya (di mana, siapa, apa, dll.) dan apa artinya pada berbagai konteks. Lihatlah apa efek menambahkan partikel tanya ke kata dasarnya.
Kata Tanya
Seperti yang bisa kamu lihat dari contoh-contoh berikut, kamu bisa memperlakukannya bagai nomina biasa.
(1) 誰かがおいしいクッキーを全部食べた。- Seseorang makan semua kue enaknya.
(2) 誰が盗んだのか、誰か知りませんか。- Apa ada seseorang yang tahu siapa yang mencurinya?
(3) 犯人をどこかで見ましたか。- Apakah kamu melihat penjahatnya di suatu tempat?
(4) この中からどれかを選ぶの。- (Menjelaskan) Pilih salah satu di antara [beberapa pilihan berikut].
Khasanah Bahasa Jepang
Dibandingkan dengan bahasa-bahasa Eropa, bahasa Jepang dikenal memiliki banyak jenis kata yang menggambarkan suara-suara, atau bahkan kondisi yang nampak dari benda-benda. Kata-kata seperti ini disebut dengan onomatope. Di bagian ini, kita akan berkeliling Jepang sambil bertualang di dunia onomatope bahasa Jepang yang menakjubkan.
| 1. Dokidoki, Jirojiro Hari ini kita akan memulai serial baru mengenai onomatopoeia, yaitu kata-kata menarik dalam bahasa Jepang, yang menggambarkan suara-suara, atau kondisi dari benda-benda. Dalam 10 bagian serial onomatopoeia kali ini, kita akan berkeliling Jepang sambil bertualang di dunia onomatopoeia bahasa Jepang yang menakjubkan. Listen Download MP3 |
2. Bura-bura, Ira-ira, Ho, Waku-waku Hari ini merupakan bagian ke-2 dari programa kita yang akan mengajak Anda bertualang di Jepang sambil mempelajari dunia onomatope. Hari ini, kita akan memulai perjalanan kita dari Asakusa, kawasan di bagian timur kota Tokyo. Listen Download MP3 |
3. Ogyā-ogyā, Suya-suya, Niko-niko Hari ini merupakan bagian ke-3 dari programa yang akan membawa Anda berkeliling di Jepang sambil menikmati dunia onomatope. Onomatope adalah kata-kata yang digunakan untuk menggambarkan suara, perasaan, atau kondisi tertentu. Listen Download MP3 |
4. Peko-peko, Kara-kara, Kira-kira, Shīn Hari ini merupakan bagian ke-4 dari programa yang akan membawa Anda berkeliling Jepang sambil menikmati dunia onomatope, yaitu kata-kata yang digunakan untuk menggambarkan suara, perasaan, atau kondisi tertentu. Listen Download MP3 |
Langganan:
Postingan (Atom)
About me
- Zulfan
- Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
- Anak pertama dari empat saudara, lahir pada tanggal 10 Maret 1990, di Pagutan Mataram NTB, yang ingin melanjutkan Hobinya dalam bidang Teknik Informatika